Sabtu, 12 Januari 2013

How to be a Great Radio DJ

Saya memang bukan seorang penyiar radio yang sempurna.
Tapi saya selalu mencintai dunia radio.
Usia saya 15 tahun ketika pertama kali memberanikan diri untuk menjadi seorang Radio DJ.
Langsung expert? Jelas nggak. Satu tahun pertama selalu saya lewati dengan kritikan-kritikan pedas tentang kemampuan siaran saya.
Judes, nggak smiling voice, datar, kurang dapet ping-pongnya, dan istilah-istilah lain yang lebih kasar dari itu sudah sering saya dengar.
Marah? Sempet sih, hahahaha..
Tapi saya sadar kalau kritikan-kritikan pedas itu tujuannya untuk memompa semangat saya supaya saya menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi.

Saya pun terus berusaha memperbaiki kekurangan-kekurangan saya.
Caranya?
1. Dengerin radio-radio yang udah punya popularitas. Tujuannya sih supaya bisa tau gimana sih cara seorang penyiar supaya lebih U&Me dengan pendengar, supaya tau juga gimana intonasi mereka ketika berbicara dan kasih informasi ke pendengar.

2. Latian ngomong sambil senyum di depan kaca. Kalau yang ini sih tujuannya supaya bisa mengahsilkan suara yang ramah tapi nggak terdengar dibuat-buat.

3. Rajin baca artikel berbahasa Inggris. Well, bahasa Inggris memang salah satu bahasanya para penyiar. Semakin rajin baca artikel berbahasa Inggris, semakin lancar juga pelafalan kita. Nah, bahasa Inggris ini juga bisa jadi nilai lebih buat penyiar.

4. Perluas pergaulan. Maksudnya, buka hubungan pertemanan dengan banyak orang, jangan pilih-pilih. Bermanfaat juga nih buat buka link untuk jadi MC off air :)

5. Harus rajin cari tau ada isu apa yang lagi booming biar jadi penyiar yang cerdas.

6. Selalu tepat waktu, disiplin, dan mencintai pekerjaan sebagai seorang Radio DJ


Semua langkah yang udah saya sebutin tadi cuma hal-hal kecil yang bisa dilakukan untuk menjadi penyiar radio yang baik.
Keenam hal itu bawa dampak yang luar biasa bagi saya, bagi kemampuan siaran saya.
Kalau di tahun pertama saya selalu jadi anak bawang yang dikritik terus, di tahun-tahun berikutnya saya justru menjadi penyiar yang masuk ke jajaran penyiar terbaik di radio itu.
Bahkan saya juga udah pernah jadi kepala divisi penyiaran 3 taun berturut-turut.
Kerjaan jadi MC off air juga banyak yang nyamperin saya.

Intinya, ketika kita serius ingin menjadi seorang penyiar yang baik, kita harus punya komitmen untuk jadi penyiar yang baik.
Jalani semua cara yang bisa membawa kita menjadi seorang penyiar yang baik.
Komitmen, rasa cinta, dan loyalitas terhadap pekerjaan itu sangat-sangat dibutuhkan.
Ini juga berlaku untuk pekerjaan yang lain, bukan cuma penyiar radio aja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar