Aloha!
Udah setaun yah ternyata nggak nulis di sini.
Fix, ternyata jadi bankir itu menyita banyak waktu, tenaga, dan pikiran sampai saya belum sempat menulis curahan-curahan hati yang nggak penting di sini. *tsaaaaah*
Banyak hal yang saya lalui selama setahun ini.
Susah, senang, sedih, bahagia, semuanya ada pokoknya.
Sepanjang 2015 sampai saat ini saya disibukkan dengan yang namanya Industrial Test Sistem BI RTGS/SSSS Gen 2 dan implementasinya.
Ada yang tau itu apa? Nggak tau? Oke, saya kasih tau ya..
Jadi Sistem BI RTGS/SSSS Gen 2 ini adalah sistem terkini yang digunakan oleh industri perbankan dalam proses pembayaran dan penata-usahaan surat berharga.
Mari kita urai satu per satu ya..
Secara definisi, Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI RTGS) adalah sistem transfer dana
elektronik yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan dalam waktu seketika.
Jadi, kalau kamu melakukan transfer melalui BI RTGS maka dana yang kamu kirimkan itu akan sampai ke bank penerima secara real time (saat itu juga) namun sifatnya irrevocable (tidak dapat dibatalkan).
Transaksi nasabah yang dilakukan melalui BI RTGS ini dikenakan biaya, berapa biayanya? Tergantung kebijakan internal dari masing-masing bank tentunya.
Sekarang kita beralih ke Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI SSSS).
Sistem ini digunakan untuk penatausahaan surat berharga secara elektronik.
Kalau kamu pernah belajar akuntansi, pasti kamu nggak asing dengan yang namanya neraca.
Nah, neraca itu kan terdiri dari Aset dan Liability dimana salah satu komponen aset itu adalah Surat Berharga.
Jadi kalau ada sebuah bank yang ingin mentransaksikan surat berharganya, settlementnya ya di BI SSSS ini, baik itu jual-beli putus, jual-beli dengan janji beli-jual kembali (Repo), maupun jamin-menjaminkan surat berharga.
BI SSSS ini terhubung dengan BI RTGS dalam hal settlement dana atas transaksi surat berharga yang sudah dilakukan.
Bingung? Wajar sih.
Saya aja butuh waktu yang sangat laaama dan panjaaaang sekali untuk mengerti sedikit tentang kedua sistem ini.
Makanya saya hanya menjelaskan secara garis besarnya aja tadi.
Kalau saya jelaskan secara rinci, mungkin kamu akan bosan dengan tulisan saya hingga akhirnya memutuskan untuk tidur saja daripada membaca tulisan yang rumit. heheh.
Selama satahun saya disibukkan dengan kedua sistem itu.
Berangkat pagi (paling pagi sih jam 04.00 WIB udah di kantor), pulang hampir tengah malam karena nunggu report transaksinya muncul, kerja yang tadinya Senin-Jumat eh tiba-tiba jadi Senin-Sabtu, sampe ngajarin bank lain yang jadi "adek asuh" karena saya ini (sayangnya) terdaftar sebagai anggota Working Group yang dianggep lebih ngerti soal sistem (padahal mah ngertinya juga cuma kulitnya aja).
Capek? Ya iyalaaaah.
Tapi saya jadi bisa belajar banyak tentang kedua sistem ini, bisa kenalan dengan para ahli dalam sistem ini (termasuk dari sisi bisnisnya), bisa mondar-mandir ke Bank Indonesia macam orang penting aja, bisa nginep di hotel bintang 5 secara gratisan tiap kali nyusun script dan meeting, bisa jalan-jalan ke Yogya gratisan juga untuk evaluasi.
Jadi yah, susah senang deh pokoknya :)