Minggu, 27 Oktober 2013

Bandung Malam Ini

You tell all the boys "No"
Makes you feel good, yeah.
I know you're out of my league
But that won't scare me away, oh, no

You've carried on so long,
You couldn't stop if you tried it.
You've built your wall so high
That no one could climb it,
But I'm gonna try.

Would you let me see beneath your beautiful?
Would you let me see beneath your perfect?
Take it off now, girl, take it off now, girl
I wanna see inside
Would you let me see beneath your beautiful tonight?

You let all the girls go
Makes you feel good, don't it?
Behind your Broadway show
I heard a boy say, "Please, don't hurt me"

You've carried on so long
You couldn't stop if you tried it.
You've built your wall so high
That no one could climb it.
But I'm gonna try

Would you let me see beneath your beautiful?
Would you let me see beneath your perfect?
Take it off now, boy, take it off now, boy
I wanna see inside
Would you let me see beneath your beautiful tonight, oh, tonight?

I'm gonna climb on top your ivory tower
I'll hold your hand and then we'll jump right out
We'll be falling, falling but that's OK
'Cause I'll be right here
I just wanna know

Would you let me see beneath your beautiful?
Would you let me see beneath your perfect?
Take it off now, girl, take it off now, girl (take it off now, boy,take it off now, boy)
'Cause I wanna see inside
Would you let me see beneath your beautiful tonight, oh, oh, oh, tonight?
See beneath your beautiful, oh, tonight.
We ain't perfect, we ain't perfect, no.
Would you let me see beneath your beautiful tonight?

*Labrinth ft. Emili Sande - Beneath Your Beautiful*


Bandung, 26 Oktober 2013
pukul 20.00 WIB

Langit Bandung malam ini tidak begitu gelap. Pun begitu terang.
Langit Bandung malam ini terlihat begitu menenangkan.
Entah karena lagu itu, temaram lampu yang berpijar malas-malasan di sepanjang Ciwalk, atau karena setiap kata yang kudengar dengan seksama.
Bandung malam ini terasa menyenangkan.

Sabtu, 12 Januari 2013

How to be a Great Radio DJ

Saya memang bukan seorang penyiar radio yang sempurna.
Tapi saya selalu mencintai dunia radio.
Usia saya 15 tahun ketika pertama kali memberanikan diri untuk menjadi seorang Radio DJ.
Langsung expert? Jelas nggak. Satu tahun pertama selalu saya lewati dengan kritikan-kritikan pedas tentang kemampuan siaran saya.
Judes, nggak smiling voice, datar, kurang dapet ping-pongnya, dan istilah-istilah lain yang lebih kasar dari itu sudah sering saya dengar.
Marah? Sempet sih, hahahaha..
Tapi saya sadar kalau kritikan-kritikan pedas itu tujuannya untuk memompa semangat saya supaya saya menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi.

Saya pun terus berusaha memperbaiki kekurangan-kekurangan saya.
Caranya?
1. Dengerin radio-radio yang udah punya popularitas. Tujuannya sih supaya bisa tau gimana sih cara seorang penyiar supaya lebih U&Me dengan pendengar, supaya tau juga gimana intonasi mereka ketika berbicara dan kasih informasi ke pendengar.

2. Latian ngomong sambil senyum di depan kaca. Kalau yang ini sih tujuannya supaya bisa mengahsilkan suara yang ramah tapi nggak terdengar dibuat-buat.

3. Rajin baca artikel berbahasa Inggris. Well, bahasa Inggris memang salah satu bahasanya para penyiar. Semakin rajin baca artikel berbahasa Inggris, semakin lancar juga pelafalan kita. Nah, bahasa Inggris ini juga bisa jadi nilai lebih buat penyiar.

4. Perluas pergaulan. Maksudnya, buka hubungan pertemanan dengan banyak orang, jangan pilih-pilih. Bermanfaat juga nih buat buka link untuk jadi MC off air :)

5. Harus rajin cari tau ada isu apa yang lagi booming biar jadi penyiar yang cerdas.

6. Selalu tepat waktu, disiplin, dan mencintai pekerjaan sebagai seorang Radio DJ


Semua langkah yang udah saya sebutin tadi cuma hal-hal kecil yang bisa dilakukan untuk menjadi penyiar radio yang baik.
Keenam hal itu bawa dampak yang luar biasa bagi saya, bagi kemampuan siaran saya.
Kalau di tahun pertama saya selalu jadi anak bawang yang dikritik terus, di tahun-tahun berikutnya saya justru menjadi penyiar yang masuk ke jajaran penyiar terbaik di radio itu.
Bahkan saya juga udah pernah jadi kepala divisi penyiaran 3 taun berturut-turut.
Kerjaan jadi MC off air juga banyak yang nyamperin saya.

Intinya, ketika kita serius ingin menjadi seorang penyiar yang baik, kita harus punya komitmen untuk jadi penyiar yang baik.
Jalani semua cara yang bisa membawa kita menjadi seorang penyiar yang baik.
Komitmen, rasa cinta, dan loyalitas terhadap pekerjaan itu sangat-sangat dibutuhkan.
Ini juga berlaku untuk pekerjaan yang lain, bukan cuma penyiar radio aja.

Jumat, 11 Januari 2013

ODP Mandiri+Muamalat part 2

Sebelumnya saya pernah cerita tentang seleksi ODP di Bank Mandiri dan Bank Muamalat.
Kita bagi jadi dua bahasan aja ya sodara-sodara..

*ODP Mandiri*
Setelah deg-degan nunggu pengumuman akhirnya saya dihubungi pihak Cito Lab Yogya buat tes kesehatan untuk ODP Mandiri hari Jumat, 23 November 2012.
Tes kesehatan dimulai dari jam 06.00 dan saya dapet nomor urut 5 (my lovely number).
Apa aja tesnya? Banyaaaaak..
Pertama-tama saya di USG. *brasa jadi ibu-ibu hamil yaaa. hahaha.* Tapi USG ini buat ngecek organ-organ dalam aja kok, ada apa nggak organnya, sehat apa nggak.
Setelah USG saya naik ke lantai 2 untuk ambil darah dan urin. Jumlah darah yang diambil ada 2 tube ukuran sedang. Jarumnya lumayan sakit si ya pas nyentuh kulit.
Truuuus abis itu langsung periksa THT. Hasilnya? Normal kok
Abis priksa THT, langsung deh periksa mata. Ternyata minus mata saya nambah, tapi saya nggak buta warna. Syukurlah..
THT dan mata udah dicek, saya pun langsung masuk ke ruang dokter internist. Semua bagian tubuh saya diperiksa ama si ibu dokter dengan sangat-sangat teliti.
Lanjut, saya di suruh masuk ke ruang pemeriksaan gigi. Dokternya gaul abis. Merah merona bajunya :p
Abis itu saya turun lagi ke lantai 1 buat rontgen dan cek jantung.
Karena keterbatasan waktu, akhirnya untuk cek kelainan jantung yang pake treadmill diundur sampai hari senin.
Tes yang pake treadmill ini cukup bikin saya ngos-ngosan karena ga terbiasa olahraga. Tapi hasilnya normal-normal aja si grafiknya.


*ODP Muamalat*
Kalau hari Jumat saya cek kesehatan untuk Mandiri, hari Sabtunya 24 November 2012 saya cek kesehatan untuk Bank Muamalat. Di tempat yang sama, Cito Lab Yogyakarta.
Urutan tesnya si nggak seribet Bank Mandiri.
Tapi saya dibikin klenger juga gara-gara harus ambil darah 2 hari berturut-turut.
Hari Jumat darah diambil dari tangan kiri saya, nah Sabtunya darah diambil dari tangan kanan saya.


Setelah cek kesehatan untuk dua bank itu, saya dibikin galau karena mereka nggak kasih-kasih kabar juga.
tapi akhirnya Bank Mandiri kirim SMS ngabarin kalau saya harus ikut wawancara direksi hari Kamis 6 Desember 2012 di Bank Mandiri Yogyakarta.
Tapi ternyata jadwal saya di- reschedule jadi hari Jumat 7 Desember 2012.
Tapiii lagi-lagi jadwalnya di- reschedule lagi sampai minggu depan.
Udah ditunggu-tunggu tapi Bank Mandiri nggak ngabarin lagi kapan saya harus wawancara.

Saya pun sempat mengikhlaskan ODP Mandiri itu ketika Bank Muamalat telpon nyuruh saya buat tanda tangan kontrak tanggal 18 Desember 2012, dan Bank Mandiri nggak kunjung kasih kabar ke saya.
Akhirnya saya pun tanda tangan kontrak dengan Bank Muamalat tgl 18 Desember 2012.


Tapiiiiii keesokan harinya Bank Mandiri meminta saya untuk dateng ke kantor Bank Mandiri Yogya buat tanda tangan kontrak.
Sempet bimbang, sedih, dan galau si..
But this is life. Always unpredictable.
Saya pun meyakinkan diri saya bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. *thanks to Tunjung Sari Dewi for saying that words to me.*

Akhirnya saya bilang ke pihak Bank Mandiri bahwa saya tidak bisa hadir di kantor karena sudah terikat kontrak dengan perusahaan lain, dan terima kasih atas semua kesempatan yang telah diberikan Bank Mandiri kepada saya selama ini.

Dan di sini lah saya, bersama 29 orang lainnya yang seru abis, berada di bawah satu atap bernama MODP XXVIII.